Kata Bijak Hari Ini


Wednesday, 4 February 2015

Fungsi dan jenis Panel Listrik

1. MCC = Motor Control Center / Switchgear
komponen MCCisi MCCPanel MCC berfungsi untuk mengontrol motor pada sebuah proses industri, selain mengontrol motor, MCC digunakan untuk mengatur feeder dan lighting.MCC dapat dijalankan secara local atau pun remote. Remote yang dimaksud adalah pengendalian secara jarak jauh menggunakan PLC atau DCS, biasanya control diletakan diruangan yang disebut control room. Sedangkan, localberarti pengaktifan motor dilakukan langsung dari MCB yang ada di MCC.
Equipment:
  1. ACB untuk incoming
  2. Overload Thermal untuk proteksi motor
  3. Kontaktor
  4. MCB
2. PMCP = Plan Management Control Panel
plcmodul plcBisa disebut panel kontrol, karena berisi relay-relay yang terkoneksi ke PLC. Dari sini relay-relay akan terhubung ke MCC.
3. Main Distribution Panel (MDP)
Digunakan untuk distribusi jaringan listrik, panel ini diletakan di bagian upcoming sebuah distribusi listrik.
4. Battery Panel
battery outputbattery input
Digunakan untuk membackup power dari PLC. Jadi jika suatu saat terjadi pemadaman atau blackout maka battery akan mengcover power PLC.
5. GGCP = Gas Generator Control Panel atau GCP
Panel diuji untuk sistem proteksinya. Berikut proteksi yang dilakukan pada panel GCP:
  1. Over dan under voltage
  2. Over dan under freq
  3. Over dan under current
  4. Over dan under load
  5. Unbalance voltage
  6. Unbalance load.
deif gcpProteksi menggunakan produk dari DEIF (Generator Protection Unit, 3 Gas). Beberapa fitur yang dimiliki oleh alat ini:
  • Generator/busbar protection
  • M-Logic
  • Synchronisation
  • Multiple display units and operator panels possible
  • Engine protection with back-up on shut-down channels
  • Engine control and communication
Pengontrolan DEIF dilakukan di panel menggunakan software dari DEIF yang sudah terinstall.
Jenis-jenis mode pada Gas Engine / Turbine / Generator:
  1. Island Mode adalah keadaan dimana gas engine menyala dan membuatminimal arus listrik mengalir ke trafo, namun tidak sampai ke grid, hal ini membuat ACB pada NGR trafo close, hal inilah yang disebut island mode.
  2. Parallel Mode dimana engine dan sumber PLN aktif untuk memberikan supply daya.
  3. Back Synchron saat gas engine ingin sikron dengan Grid.
  4. Synchron saat grid ingin sinkron dengan gas engine.
  5. Droop Mode adalah mode operasi dimana generator akan bereaksi berdasarkan beban dengan merubah kecepatannya.
  6. Parallel Mode baik generator dan grid sama-sama mensupply listrik.
  7. Parallel Mode maksudnya antara generator dan gri(SPPG1)menssuplylistrik.Untuk SPPG1.
  8. Load Shedding pelepasan beban.
  9. Load Sharing pembagian beban.
6. NGP = Neutral Grounding Panel | Neutral Grounding Resistance (NGR)
Terdiri dari Earth Fault Relay. Berfungsi untuk proteksi yang disebabkan oleh fasa yang terhubung singkat (short circuit) dengan ground.
7. Kapasitor Bank Panel
Digunakan untuk memperbaiki faktor daya dari suatu jaringan distribusi listrik. Cara pemasangan kapasitor bank dapat dipasang secara seri atau paralel.

Komponen dan Cara Kerja Motor Listrik

Motor induksi 3 fasa merupakan motor yang sering dijumpai. Saya ingin menuliskan materi tentang motor induksi 3 fasa mengingat hal ini cukup penting untuk difahami.
Pada prinsipnya semua motor sama, baik yang 1 HP maupun 100 HP. Baik 1 fasa atau 3 fasa. Ada komponen-komponen utama yang selalu menyertainya. Memang, motor 1 fasa memiliki tambahan kapasitor dan format terminal box yang berbeda dengan motor 3 fasa.

Bagian-Bagian Motor Induksi

1. Rotor
Rotor adalah bagian yang berputar dari sebuah motor. Rotor dapat berputar dengan dua sumber energi:
  1. Energi Mekanik
    – Dengan tangan anda.
    – Dengan putaran dari alat yang terhubung dengan rotor tersebut.
  2. Energi Listrik
    Motor diberikan arus listrik.
motor rotorrotor motor
2. Stator
Stator terdiri dari lilitan atau kumparan yang memberikan efek magnet kepada rotor, sehingga rotor dapat berputar.
stator motorstator motor pole
3. Terminal Box
Salah satu bagian yang cukup penting untuk dapat memahami motor starter. Terminal box adalah “stop kontak” yang bertugas menyambung aliran listrik dari sumber ke motor.
Dari terminal box, pengaturan starter star atau delta dapat dilakukan. Pengaturan star atau delta mengacu pada informasi yang tertera pada nameplate motor.
Terminal box terdapat winding, jika anda sering melihat format U1-V1-W1 dan W2-U2-V2, disinilah tempatnya.
terminal box motor 1 fasa
Terminal Box Motor 1 Fasa
teminal box motorterminal box motor 100HPwinding U1-V1-W1 dan W2-U2-V2

Cara Kerja Motor Induksi 3 Fasa

Listrik yang masuk ke dalam lilitan motor akan menghasilkan fluks magnetic sehingga membuat stator menjadi magnet, sehingga rotor berputar karena tarikan dari magnet tersebut.
Teori dasarnya adalah sebuah besi dialiri arus listrik akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet inilah yang dimanfaatkan untuk memutar rotor.
Saya sangat menyarankan anda untuk melihat video berikut ini:


Bedaan antara Starter DOL dan Starter Star Delta

Bagi sebagian orang membaca sekali tidak menghilangkan pertanyaan, ada orang yang harus dijelaskan dengan beberapa macam kalimat yang berbeda dan gambar yang berbeda, walaupun intinya sama.
Saya ingin mengulas perbedaan antara starter DOL dengan starter STAR DELTA. Sebelumnya saya menuliskannya secara terpisah, jadi tidak dalam satu frame post yang sama. Kali ini saya berikan pembahasan dalam satuframe post yang sama, semoga lebih mudah untuk dipahami.
Sebelumnya anda bisa membaca penjelasan saya tentang starter DOL danstar delta sebagai dasar acuan.
motor induksiFoto diatas adalah foto motor induksi. Untuk menjalankannya bisa dengan langsung (DOL – Direct On Line) atau dengan menggunakan 3 buah kontaktor (Star Delta).
Penjelasan Sederhana
Sederhananya starter DOL adalah starter dimana anda langsung menghubungkan motor ke sumber listrik, persis saat anda memasang peralatan listrik di rumah anda. Tanpa ada embel-embel apapun ujung kabel (steker/colokan) langsung terhubung ke sumber listrik.
Sedangkan starter star delta mempunyai 3 buah kontaktor sebelum terhubung ke sumber listrik.
Perbedaan Material
Sumber listrik, kabel dan motor itu sendiri dibutuhkan oleh keduanya, baik DOL maupun star delta. Namun, pada DOL tidak dibutuhkan tambahan apapun. Sedangkan star delta membutuhkan tambahan, yakni 3 buah kontaktor.
Cara Mengetahui Starting Motor dari Terminal Box Motor
Jika anda punya motor induksi 3 fasa bekas dan tidak terkonek ke manapun. Anda masih bisa mengetahui jenis starting apa yang sebelumnya digunakan untuk motor tersebut berdasarkan winding motor yang ada di dalam terminal box.
Anda cukup membuka terminal box dan anda akan melihat konfigurasi winding motor pada terminal box. Ada 3 jenis yang selama ini saya ketahui:
1. Delta Starter (termasuk ke dalam DOL)
delta starter
Jika anda melihat konfigurasi di atas dengan lempeng besi tersambung antar winding, maka dapat dipastikan itu adalah delta starter.
2. Star Starter (termasuk ke dalam DOL)
star starterAnggap kabel tidak ada. Yang ada hanyalah lempeng besi yang memberikan konfigurasi di atas yang membentuk titik netral untuk konfigurasi star starter.
3. Star Delta Starter
Dan.. jika anda tidak menemukan lempeng besi yang terhubung antar winding bisa dipastikan itu adalah star delta starter.
Namun, metode diatas bisa error. Jika ada orang yang melepas besi yang menghubungkan antar winding motor. Metode diatas saya sarankan sebagai referensi, untuk pastinya anda dapat melihat nameplate motor tersebut atau teknisi yang bersangkutan.
Arus Start (Inrush Current)
Pengalaman saya untuk DOL starter bisa 7-8 kali arus nominal yang tertera pada nameplate motor, sedangkan untuk star delta dapat 3-5 kali arus nominal yang tertera pada nameplate motor.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan dari star delta adalah arus start yang masuk kecil, dan ini akan mengurangi cost listrik dan motor yang lebih awet. Sedangkan kekurangannya adalah pembelian 3 buah kontaktor.
Sedangkan untuk DOL kekurangannya adalah arus start yang besar, dan kelebihannya adalah lebih praktis karena tidak membutuhkan kontaktor tambahan. Namun, yang menjadi pertanyaan bagaimana jika DOL memakai konfigurasi star? Apakah kelemahan ini berlaku untuk DOL?

Mengenal Relay dan fungsinya

Relay adalah sebuah alat elektro mekanik yang bekerja dengan memanfaatkan teori arus listrik yang menghasilkan medan magnet. Pada dasarnya relay tidak berbeda dengan kontaktor dalam hal prinsip kerja. Kebanyakan relay mempunyai ukuran kecil, yang mempunyai fungsi Normally Open dan Normally Close.

Apa perbedaan relay dan kontaktor?
Banyak sumber yang saya baca mengatakan bahwa perbedaan relay dan kontaktor:
  1. Ukuran dari relay dan kontaktor
  2. Pemakaian kontaktor biasanya digunakan untuk starting motor ataupun arus fasa yang besar, sedangkan relay digunakan untuk memberikan nilai input kepada controller.
Namun, jika anda melihat langsung dan mengetahui aplikasi dari sebuah relay akan sangat mudah membedakannya, bagi anda yang awam terhadap relay bisa liat-liat blog ini dan sumber lainnya.
gambar relay
Gambar diatas merupakan gambar relay ice cube. Paling kiri merupakan relay beserta socketnya. Jadi nantinya kabel akan masuk ke socketnya, bukan dililitkan di kaki-kaki relay.
gambar relay
nc dan no relay
Kaki-kaki relay memiliki nomer yang idetintas nomor tersebut dapat dilihat dari cube (pembungkusnya). Delapan kaki biasanya menunjuka relay Double Pole, Double Throw.
gambar relay
Penjelasan tentang input listrik yang dipakai relay tersebut. Sedangkan untuk kaki-kaki relay ada di atas pembungkus.
cube relay
Semoga Kelihatan
gambar relay
Relay 12 Kaki


koil relay
Gambar relay yang dilepas pembungkusnya

Mengenal Kontaktor Dan Fungsinya

Kontaktor adalah sebuah alat elektro magnetik yang prinsip kerjanya memanfaatkan teori bahwa arus listrik yang mengalir pada sebuah tembaga akan menghasilkan medan magnet. Biasanya kontaktor digunakan untuk sistem listrik 3 fasa.
apa itu kontaktor
spesifikasi kontaktor
gambar kontaktor
Tidak semua kontaktor memiliki normally open dan normally close. Ada saja yang hanya R-S-T tanpa adanya NC dan NO.
Aplikasi Kontaktor
Salah satu contoh aplikasi kontaktor adalah digunakan untuk menstart sebuah motor, biasanya juga digunakan untuk starting star delta. Kontaktor dikombinasikan dengan overload thermal untuk mencegah adanya arus listrik berlebih. Pemakaian overload thermal dibutuhkan karena kontaktor tidak mempunyai kemampuan untuk mendeteksi arus lebih.
aplikasi kontaktor
Gambar diatas menunjukan kontaktor yang dikombinasikan dengan overload thermal, dan kontaktor diatas digunakan untuk start motor star delta.
Kontaktor dari kanan ke kiri:
  • Main Kontaktor
  • Delta Kontaktor
  • Star Kontaktor
  • Fan Kontaktor (ini hanya tambahan dan tidak termasuk starting star delta)


Rangkaian Motor Tiga Fasa Dengan Star Delta Otomatis

Untuk mengoperasikan motor listrik tiga fasa dengan satu arah putaran  yang dilengkapi dengan saklar Star Delta Otomatis. Rangkaian motor listrik ini banyak digunakan di indusri besar, menengah dan kecil. Pada usaha kecil yang banyak kita jumpai di tengah-tengah masyarakat seperti bengkel bubut, bengkel las, industri perabotan dan lain-lain.

1. Diagram Rangkaian Kontrol Arus

Rangkaian Kontrol Arus adalah rangkaian untuk mengatur operasi kontaktor dan relay melalui kontak bantu dan kontak relay.



Cara Kerja Rangkaian :

  • Tutupkan ( On-kan ) MCB pada kontak 7-8
  • Tekan tombol Start, maka Magnetic Contactor 1 (MC1) dan MC3 serta Time Delay Relay (TDR) akan bekerja secara bersamaan serta indicator Hubungan Bintang (Y) menyala. Indicator Hubungan Bintang (Y) menandakan bahwa rangkaian motor sedang bekerja dengan Hubungan Bintang (Y).
  • Beberapa saat kemudian ( sesuai setingan waktu) TDR akan mengerjakan kontak bantunya yakni menutupkan (meng-ON-kan) kontak 1-3, sehingga rangkaian terhubung Delta langsung bekerja dan rangkaian terhubung Bintang (Y) berhenti bekerja. Pada saat yang bersamaan Indicator Hubungan Delta menyala dan Indicator Hubungan Bintang (Y) berhenti menyala yang berarti rangkaia motor telah beroperasi dengan rangkaian terhubung Delta.
  • Bila terjadi pembebanan lebih ( Over Load ) pada Motor maka sakelar bantu TOR 95-96 akan memutus arus pada rangkaian kontrol arus, dan sakelar bantu TOR 97-98 akan menutup menyebabkan Indicator Emergency menyala. 

 Keterangan Gambar :

  • MCB (Mini Circuit Breaker)
  • TOR ( Thermal Overload Realay )
  • STOP ( Tombol Stop )
  • START ( Tombol Start )
  • TDR ( Time Delay Relay )
  • MC 1 ( Magnetic Contactor 1 )
  • MC 2 ( Magnetic Contactor 2 )
  • MC 3 ( Magnetic Contactor 3 )
  •  

 

2. Diagram Rangkaian Utama ( Beban )

Rangkaian Utama adalah rangkaian beban dan kontak-kontak utama kontaktor serta kontak breaker dan komponen pengaman yang dihubungkan ke arus beban.



 Cara Kerja Rangkaian :
  • Bila MC1 dan MC3 bekerja serentak maka rangkaian motor terhubung secara Bintang. Dimana MC3 berfungsi untuk menyatukan ujung-ujung kumparan motor ( X, Y, dan Z ) sebagai hubungan Bintang, dengan ilustrasi sebagai berikut :
Gambar Kumparan Motor 3 Fasa Terhubung Bintang
  • Bila MC1 dan MC2 bekerja serentak maka rangkaian motor terhubung secara Delta. Dimana MC2 berfungsi untuk membalikkan ujung-ujung kumparan motor ( X pada fasa S, Y pada fasa R, dan Z pada fasa T ) sebagai hubungan Delta, dengan ilustrasi sebagai berikut :

Gambar Kumparan Motor 3 Fasa Terhubung Delta

 3. Diagram Rangkaian Pengawatan ( Wiring Diagram )

 Rangkaian Pengawatan adalah gabungan dari Rangkaian Kontrol Arus dengan Rangkaian Utama ( Beban )



Demikianlah Rangkaian ini saya sajikan semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya, mohon saran dan kritik yang menbangun.


Tuesday, 3 February 2015

Pertanyaan Umum Teknik Listrik Industri

1 kva Berapa Amper ?

(Teori Umum)
KVA adalah satuan bagi daya yang dihasilkan oleh tenaga listrik,yakni hasil kali antara tegangan llistrik(volt) dengan kuat arus(ampere)

jadi 1KVA = 1000VA jadi

bila voltasenya sebesar 380 volt
maka dalam 1KVA terdapat
= 1000/380 = 2,6 Ampere

bila voltasenya sebesar 220 volt
maka dalam 1KVA terdapat
= 1000/220 = 4,5 Ampere

dan bila tegangan diubah ke 100 volt
maka dalam 1KVA terdapat
= 1000/100 = 10 Ampere

(Teori Lain)
bila voltasenya sebesar 380 volt
maka dalam 1KVA terdapat
= 1 / (1.732) / 0.38
= 1.52 Amper

ket. 1.732 adalah satuan rumus tetap

Ukuran Milimeter Kabel

CONTOH:
kabel 2,5 mm artinya kabel tersebut mempunyai luas penampang 2,5 mm
berapa diameternya?

rumus mencari jari2nya:
L = p x r²
2,5 = 3,14 x r²
r² = 2,5 / 3,14
r = v2,5 / 3,14
r = 0,89

maka diameternya
d = 2 x r
d = 2 x 0,89
d = 1,78 mm

dan Luasnya (kebalikannya)
L = p x r²
= 3,14 x 0,89²
= 2,48

L = luas lingkaran
r = jari2 lingkaran
d = diameter lingkaran
K = keliling lingkaran
p = 22/7 = 3,14

L = p x r²

d = 2 x r

K = 2 x p x r
= p x d

r = 1/2 x d
= 1/2 x (K x 7/22)
= akar dari (L x 7/22)
(L x 7/22) = r²

d = K x 7/22
= akar dari (L x 7/22 x 4)
(L x 7/22 x 4) = d²

1 mm Kabel Untuk Berapa Amper ?

Ada yang mengatakan
1 mm untuk 3 Amper dan ada juga yang mengatakan
1 mm untuk 1.76 Amper
*) untuk tegangan 380V

1 kw Berapa HP (Horse Power) ?

Menurut konversi satuan international, 1.1 kW (kilo watt) adalah sama dengan 1.475 HP ...
Ya, HP memang Horse Power .Istilah lain adalah PK (singkatan kata dari bahasa Belanda Paar Kraatt)
1 HP = 0.745 kW = 745 watt